Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2010

Kolesterol

KOLESTEROL
“ Hidup sehat BEBAS Kolesterol”

Apakah KOLESTEROL itu ?
Kolesterol adalah salah satu komponen lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh, baik dalam pembentukan energi maupun dalam pembentukan dinding sel dalam tubuh. Kolesterol yang dibutuhkan tersebut secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat namun kolesterol dapat meningkat jumlahnya sesuai dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Manfaat KOLESTEROL
Kolesterol memiliki beberapa peranan penting dalam tubuh antara lain :
1.kolesterol sebagai komponen lemak penting sebagai salah satu sumber tenaga bagi tubuh selainkarbohidrat dan protein
2.kolesterol berperan penting dalam produksi hormone seks, vitamin D serta untuk fungsi otak dan saraf.
3.kolesterol diperlukan untuk memelihara dinding sel dan fungsi tubuh lain.

Cara menghindar faktor risiko tingginya kadar KOLESTEROL
1.Mengkonsumsi makanan seimbang sesuai dengan kebutuhan
2.Menurunkan asupan lemak jenuh
3.Menjaga agar asupan lemak jenuh tetap baik secara kuantitas maupun kualitas
4.Menurunkan asupan kolesterol
5.Mengkonsumsi lebih banyak serat dalam menu makanan sehari-hari
6.Merubah cara memasak
7.Melakukan aktifitas fisik dengan teratur
8.Stop merokok


Sumber : PT ASKES (Persero)

Kamis, 07 Oktober 2010

Menjaga Kesehatan Jantung

Jangan Biarkan Penyakit Jantung Koroner Mengancam Jiwa Anda !!!

Penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan di Indonesia. Penyakit ini sering kali menyebabkan kematian mendadak tanpa adanya gejala terlebih mendahuluinya.
Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen pada otot jantung dengan penyediaan yang diberikan oleh pembuluh darah koroner. Akibatnya otot jantung menjadi kekurangan oksigen sehingga dapat menimbulkan gangguan yang cukup serius pada jantung.

Gangguan PJK terletak pada pembuluh darah koroner. Kelaiannya berupa proses perkapuran (aterosklerosis) dalam berbagai tingkat mulai dari penyempitan ringan sampai suatu saat terjadilah penyumbatan total dari dinding pembuluh darah. Penderita biasanya mengeluh nyeri dada sebelah kiri seperti rasa tertekan. Kadangkala nyeri menjalar ke lengan kiri ataupun ke dagu.
Faktor resiko terjadinya aterosklerosis dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Faktor Resiko Dapat Dikendalikan :
 Merokok
 Hipertensi
 Kencing Manis
 Hiperkolesterol
 Obesitas (kegemukan)
 Kurang Olahraga
 Stress
 Pemakai obat tertentu (Steroid)
2. Faktor Resiko Tidak Dapat Dikendalikan
• Umur
• Laki-laki
• Riwayat penyakit jantung pada keluarga

Upaya Pencegahan
Usaha pencegahan terhadap PJK tentunya dengan mengendalikan faktor-faktor resiko diatas. Tindakan pencegahan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pencegahan primer, sekunder, dan tertier.
Pencegahan primer adalah upaya mencegah PJK sejak diri sebelum terlihat adanya penyakit. Upaya yang lebih diarahkan kepada usaha promotif seperti kampaye anti rokok dan menganjurkan kebiasaan melakukan olah raga kepada masyarakat. Mendidik masyarakat tentang pola makan sehat juga merupakan pencegahan primer. Dengan cara menganjurkan mengkonsumsi makanan kaya serat dan rendah kolesterol. Makanan seperti temped an tahu yang masih dianggap sebagai makanan kelas bawah oleh sebagian masyarakat ternyata sangak baik untuk melindungi Kesehatan jantung. Keunggulan tempe ada 2, yaitu :
1. tempe memiliki kandungan protein, asam lemak tak jenuh dan serat yang tinggi. Tempe mempunyai efek menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL serta dapat meningkatkan kolesterol HDL.
2. secara tidak langsung tempe juga mempunyai efek anti aterogenik yang mampu mencegah timbulnya PJK.

Pencegahan sekunder ditujukan untuk mencegah serangan ulangan pada orang yang sudah pernah terkena PJK. Bentuk pencegahan sekunder seperti penderita diharapkan melakukan pola gaya hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mematuhi petunjuk olahraga, mengatur pola makan sehat serta mengendalikan penyakit yang dimiliki seperti hipertensi, kencing manis, dan kegemukan.

Pencegahan tertier merupakan program rehabilitasi guna meningkatkan kualitas hidup penderita dan mencegah kecacatan lebih lanjut.

Sumber : http://www.ptaskes.com



Selasa, 05 Oktober 2010

Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal banyak di alami oleh penduduk Indonesia, terutama kaum pria. Adapun faktor-faktor yang berperan pada pembentukan batu ginjal/kandung kemih meliputi ras, keturunan, jenis kelamin, bakteri, kurang minum, air minum jenuh mineral, pekerjaan, makanan dan suhu tempat kerja.

APAKAH BATU GINJAL ITU ?

Batu ginjal adalah massa keras menyerupai "batu" yang terbantuk di sepanjang saluran kandung kemih dan bisa menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis)

GEJALANYA APA SAJA ?

Batu terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Namun bila ukuran cukup besar dapat menimbulkan gejala:
1. Nyeri perut bagian bawah sampai punggung
2. Nyeri hebat yang hilang timbul
3. Mual dan muntah
4. Demam dan menggigil
5. Perut menggelembung
6. Buang air kecil disertai darah
Batu dalam saluran kandung kemih dapat menyebabkan infeksi akibat penyumbatan. Bila penyumbatan berlangsung lama dapat mengakibatkan hidronefrosis (ginjal terisi penuh dengan air), sampai akhirnya bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

BAGAIMANA CARA MENCEGAHNYA ?

1. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari)
2. Diet rendah kalsium. Kurangi konsumsi makanan seperti susu, telor, dll
3. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat seperti bayam, kangkung, kembang kol, coklat, kacang-kacangan, merica, dan teh
4. Banyak mengkonsumsi putih telor
5. Mengurangi asupan daging
6. Dianjurkan sering mengkonsumsi buah semangka, dan
7. Perhatikan kesehatan gigi

BAGAIMANA CARA MENGATASINYA ?

Apabila batu terlalu besar untuk di keluarkan secara alamiah, operasi dapat dikerjakan. Apabila batu berada di ureter, sistoskopi dapat digunakan melalui uretra dan batu dimanipulasi dengan kateter. Pengeluaran batu dari daerah lainnya (pada calix dan pelvis) memerlukan operasi dari samping atau perut bagian bawah. Prosedur yang disebut percutaneus ultrasonic lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy akan memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil-kecil, sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah atau dengan pengisapan.

sumber : http://ptaskes.com